Laporan Keuangan Bisnis Travel agent
Program akuntansi bertujuan mempermudah mencatat transaksi keuangan dan mengolahnya menjadi laporan keuangan. Umumnya laporan keuangan Tours and Travels memiliki sedikit perbedaan dibandingkan dengan bisnis dagang biasa. Perbedaan ini terletak pada perlakuan persediaan dan pengakuan harga pokok penjualan tiket. Dalam bisnis agen tiket ini, persediaan utamanya adalah tiket transportasi. Tiket ini harganya berfluktuasi. Sehingga, model bisnis jasa agen tiket diwajibkan untuk menyetor sejumlah uang deposit kepada supplier. Jumlah deposit inilah yang identik dengan persediaan barang dalam jenis bisnis dagang konvensional.
Pencatatan Akuntansi Bisnis Proses Travel Agent
Pengakuan persediaan tiket dan harga pokok penjualan lebih tepatnya menggunakan harga pasar. Karena itu agen tiket tidak bisa menghitung berapa nilai persediaan secara fisik pada saat tertentu. Persediaan yang bisa dinilai pada tanggal neraca adalah jumlah deposit yang tersisa. Akun yang harus dimiliki dalam pencatatan akuntansi Tours and Travels adalah:
– Deposit ke Supplier
– Deposit Ke Rekanan (Aset Lancar)
– Deposit Customer
– Utang Deposit Ke Rekanan (Kewajiban Lancar).
Sedangkan untuk laporan laba rugi akun yang harus ada dalam pencatatan akuntansi adalah Penjualan Tiket dan Harga Pokok Penjualan Tiket. Kemudian untuk akun lainnya dapat menyesuaikan dengan akun standar perusahaan dagang.
Transaksi pembelian ke supplier dalam jenis bisnis travel sama dengan transaksi penyetoran deposit kepada supplier atau bisa dibilang Down Payment atau DP. Jadi mencatat jurnalnya adalah deposit ke supplier dilawankan dengan Kas/Bank.
Pada saat tertentu, Anda melakukan pemesanan kepada rekanan lain dikarenakan deposit tidak mencukupi. Transaksi seperti ini biasanya tidak dilakukan secara tunai. Sehingga pencatatannya adalah Deposit ke Rekanan pada kolom debit, sedangkan Utang Deposit Ke Rekanan pada kolom kredit.
Transaksi penjualan tiket, jurnalnya bisa dicatat seperti ini, Kas/Bank piutang pada kolom debet sedangkan Penjualan pada kolom kredit.
Saat terjadi penjualan, disitulah diketahui harga pokok penjualan dari tiket tersebut. Karena Harga pokok mengikuti rate harga yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Maka HPP bisa diakui saat terjadi penjualan, dengan pencatatan jurnal HPP tiket di kolom debit dan Deposit ke Supplier/Rekanan di kolom kredit.
Karena penjualan tiket ini bisa terjadi setiap saat dan pihak Tours and Travels juga pastinya bekerja sama dengan beberapa pihak penyedia jasa transportasi, maka pencatatan akuntansinya akan melibatkan lebih banyak akun dan kompleks.
Program Akuntansi untuk Bisnis Travel Agent
Setelah mengenal bagaimana Pencatatan akuntansi untuk bisnis travel agent secara proses memang susah untuk menerapkannya, Karena itu menggunakan Program Akuntansi akan jauh lebih mudah, salah satunya adalah dengan Program Accurate yang merupakan Program akuntansi yang berfungsi untuk mencatat transaksi keuangan dan otomatis membuatkan jurnal akuntansinya sekaligus membuat laporan keuangan dan laporan pendukungnya secara otomatis. Program Accurate sudah pernah di terapkan untuk beberapa perusahaan travels and tours sehingga bisa menjadi referensi buat perusahaan tours and travels yang sedang mencari program akuntansi yang cocok untuk digunakan di usahanya.
Leave A Comment